KETIKA DOA MENJADI JALAN PULANG Setiap doa adalah langkah pulang bagi hati yang lelah Karena di ujun
JUDUL: KETIKA DOA MENJADI JALAN PULANG
“Setiap doa adalah langkah pulang bagi hati yang lelah.
Karena di ujung harapan, Tuhan selalu menunggu tanpa pernah berpaling.”
Penulis: Eza Almalik
Mannik Suci Laily
Nurani
Mulya Putri Seprianing
Imsak Ramdhani
Erwin
SINOPSIS
Setiap manusia memiliki kisah untuk pulang kadang melalui kehilangan, kadang lewat keberanian, dan sering kali lewat doa yang tak henti dipanjatkan dalam diam.
Dalam kumpulan cerpen “Ketika Doa Menjadi Jalan Pulang”, penulis menghadirkan dua hal yang tak lekang oleh waktu: iman dan rasa kemanusiaan.
Melalui kisah-kisah seperti “Ketika Iman Menjadi Batas,” “Cahaya di Balik Cadar,” “Senyum di Balik Hujan,” hingga “Langkah Ayah di Bawah Matahari,” pembaca diajak menelusuri potret kehidupan yang begitu dekat tentang seorang anak petani yang menggenggam harapan di ladang gersang, tentang seorang gadis yang berani menantang pandangan dunia dengan keteguhan hati, dan tentang seorang ayah yang berjalan tanpa lelah demi masa depan anak-anaknya.
Bahasa yang lembut dan penuh rasa menjadikan setiap halaman seperti sapaan hangat di sore hari mengingatkan kita bahwa di balik kesederhanaan hidup, ada kekuatan besar bernama doa.
Buku ini tidak hanya menceritakan kehidupan, tetapi juga mengajarkan tentang cara bertahan, cara memaafkan, dan cara menemukan Tuhan di setiap langkah kecil manusia.
“Ketika Doa Menjadi Jalan Pulang” adalah perjalanan pulang bagi hati-hati yang pernah tersesat, dan bagi siapa pun yang masih percaya bahwa harapan akan selalu menemukan jalannya melalui doa, cinta, dan keberanian untuk terus melangkah.