Manajemen Mutu Kesehatan

Status :
Stok Tersedia
Kategori :
Kesehatan
Rp. 100.000 Rp. 130.000
Qty :

MANAJEMEN MUTU KESEHATAN

PENULIS: Dr. Ahmad Farid, B.Med.,S.Ud.,AMK.,SKM.,M.K.M.

dr. Suci Hidayati Gusri, M.M.R.

David Rian Saputro, S.Kep.,Ns.,M.M.R.

SINOPSIS

Buku Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan bisa dijadikan referensi komprehensif yang membahas konsep, implementasi, dan strategi peningkatan mutu dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit. Buku ini tersusun secara sistematis dalam sepuluh bab yang mencakup teori dasar, praktik manajemen mutu, penerapan di lapangan, hingga pengukuran efektivitas dan akreditasi pelayanan kesehatan.

Bab 1: Konsep Mutu menguraikan definisi, sejarah evolusi mutu, jenis dan dimensi mutu, teori dan faktor-faktor yang memengaruhi mutu, serta model evaluasi mutu menurut Donabedian dan kerangka mutu Berwick. Bab ini menekankan bahwa mutu bukan hanya hasil akhir, tetapi integrasi dari proses, sumber daya, standar profesional, dan pemenuhan harapan pasien.

 

Bab 2: Konsep Manajemen Mutu Paripurna menjelaskan pendekatan manajemen kualitas modern, termasuk Total Quality Management (TQM), Kaizen/TQC, konsep Deming, dan Balanced Scorecard (BSC). Bab ini menekankan pentingnya strategi terpadu yang melibatkan seluruh tim organisasi untuk mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan.

 

Bab 3 dan 4 membahas penerapan mutu pada pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit, dengan fokus pada pemenuhan harapan klien, continuous improvement, serta jaminan mutu di berbagai aspek operasional—mulai dari produksi, penjualan, hingga hasil pelayanan. Bab ini juga menyoroti pelayanan prima (excellent service) sebagai indikator keberhasilan organisasi dalam memenuhi ekspektasi pasien.

Bab 5: Penerapan Metode dan Alat Perbaikan Mutu menekankan peran Gugus Kendali Mutu (GKM), alat pengendalian mutu, tahapan pemecahan masalah, standar pelayanan minimal (SPM), serta strategi mempertahankan mutu layanan secara berkelanjutan. Bab ini memberi panduan praktis bagi rumah sakit untuk mengelola mutu secara sistematis.

 

Bab 6: Biaya Perbaikan Mutu Layanan Kesehatan membahas aspek biaya dalam manajemen mutu, termasuk hubungan antara biaya dan manfaat produk atau jasa, serta budaya mutu yang mendukung efektivitas pengeluaran. Bab ini juga mengulas strategi penetapan perkiraan biaya mutu dan investasi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas layanan.

Bab 7: Efektivitas Jaminan Mutu Kesehatan menekankan pengukuran efektivitas dan efisiensi manajemen mutu, termasuk langkah-langkah survei dan evaluasi kinerja pelayanan. Bab ini memberikan kerangka untuk menilai keberhasilan implementasi mutu di rumah sakit.

Bab 8: Akreditasi Rumah Sakit membahas urgensi, sasaran, sejarah, dan standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS), yang menjadi tolok ukur kualitas dan keselamatan pasien di Indonesia. Bab ini menekankan akreditasi sebagai sarana peningkatan mutu yang terstruktur dan berkesinambungan.

Bab 9 dan 10 fokus pada strategi peningkatan mutu dan keselamatan pasien serta manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pelayanan rawat jalan. Buku ini menekankan pentingnya continuous improvement, patient safety, pelatihan kerja, sistem penghargaan, komunikasi efektif, serta integrasi semua strategi tersebut ke dalam sistem manajemen mutu rumah sakit.

Secara keseluruhan, buku ini menyajikan pendekatan teoretis dan praktis yang holistik untuk memahami dan mengelola mutu pelayanan kesehatan. Buku ini menekankan bahwa mutu pelayanan adalah multidimensi, melibatkan interaksi antara pasien, tenaga kesehatan, sistem organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan pendekatan sistematis dan berorientasi pada klien, buku ini menjadi panduan penting bagi akademisi, manajer rumah sakit, dan profesional kesehatan yang ingin meningkatkan kualitas layanan secara berkesinambungan dan berdaya saing tinggi.