Melindungi Anak Tunagrahita dari Kekerasan Seksual Panduan Praktis untuk Orang Tua dan Keluarga

Status :
Stok Tersedia
Kategori :
Pendidikan
Rp. 72.000 Rp. 90.000
Qty :

Melindungi Anak Tunagrahita dari Kekerasan Seksual: Panduan Praktis
untuk Orang Tua dan Keluarga 

Penulis: Niken Setyaningrum, S.Kep., Ns., M.Kep

Ardhian Indra Darmawan, S.Kep., Ns., M.Kep

Evi Ni'matuzzakiyah, S.Th.I., M.A.

Editor: Dr. Gani Apriningtyas Budiyati, S.Kep., Ns., M.Kep

 

Anak dengan disabilitas intelektual (tunagrahita) memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mereka termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kekerasan seksual akibat keterbatasan dalam memahami situasi berisiko, kesulitan berkomunikasi, serta ketergantungan yang tinggi kepada orang dewasa di sekitarnya.

Buku Melindungi yang Rentan hadir sebagai panduan praktis bagi orang tua, guru, pendamping, dan masyarakat dalam membangun perlindungan yang efektif bagi anak tunagrahita. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini mengajak pembaca memahami faktor-faktor kerentanan anak, mengenalkan pendidikan seksualitas yang sesuai tahap perkembangan, serta mengajarkan keterampilan perlindungan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilengkapi dengan berbagai strategi komunikasi, contoh percakapan, aktivitas edukatif, kartu skenario, serta penggunaan media inovatif berupa boneka edukasi "Tubuhku Milikku", buku ini membantu orang tua mengenalkan konsep bagian tubuh pribadi, sentuhan aman dan tidak aman, cara mengatakan "tidak", serta langkah melaporkan situasi yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Selain membahas upaya pencegahan, buku ini juga memberikan panduan mengenali tanda-tanda kekerasan seksual, langkah penanganan awal yang tepat, serta pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Melalui buku ini, diharapkan setiap orang tua memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menjadi pelindung utama bagi anak-anak mereka. Karena perlindungan terbaik dimulai dari keluarga yang memahami, mendengar, dan mengajarkan bahwa:

"Tubuhku milikku, aku berhak aman, dihormati, dan dilindungi."